ULBK UNY Terima Kunjungan Benchmarking dari UIN Ponorogo

Unit Layanan Bimbingan dan Konseling (ULBK) Universitas Negeri Yogyakarta terus menunjukkan perannya sebagai rujukan pengembangan layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi. Komitmen tersebut tecermin melalui kunjungan benchmarking yang diterima ULBK UNY dari UIN Ponorogo pada Rabu, 30 September 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah awal UIN Ponorogo dalam merintis pembentukan layanan bimbingan dan konseling di lingkungan kampusnya, dengan menjadikan ULBK UNY sebagai salah satu rujukan lembaga yang telah memiliki sistem layanan yang mapan.

Dalam kesempatan ini, ULBK UNY berbagi pengalaman mengenai tata kelola kelembagaan, alur layanan, serta praktik pendampingan mahasiswa yang selama ini diterapkan, mulai dari tahap perintisan hingga berkembang menjadi layanan yang mapan seperti saat ini. Diskusi berlangsung secara interaktif, mencakup berbagai aspek mulai dari struktur organisasi dan sumber daya manusia, mekanisme penerimaan serta penanganan kasus, hingga strategi membangun kepercayaan mahasiswa agar nyaman mengakses layanan konseling.

Kegiatan ini turut diisi dengan sesi tanya jawab yang memungkinkan tim UIN Ponorogo menggali lebih dalam praktik baik yang telah diterapkan ULBK UNY, baik dari sisi kebijakan, standar operasional prosedur, maupun pendekatan kolaboratif dengan unit lain di lingkungan universitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal awal yang bermanfaat bagi UIN Ponorogo dalam merancang dan membangun layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswanya, sekaligus menjadi wawasan bertukar wawasan antarlembaga dalam memperkuat layanan psikologi di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan benchmarking ini, ULBK UNY berharap dapat terus berkontribusi dalam memperluas jejaring kerja sama antarperguruan tinggi, khususnya dalam upaya bersama meningkatkan kualitas layanan kesehatan mental dan psikologis bagi mahasiswa di Indonesia. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat terus terjalin dengan baik ke depannya, tidak hanya sebatas kunjungan benchmarking, tetapi juga dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang, sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling bagi mahasiswa di perguruan tinggi.

 

credit: admin_dv